Liburan pertama selalu terasa menyenangkan sekaligus menegangkan. Banyak orang sudah membayangkan foto indah, kuliner lezat, dan pengalaman baru yang seru. Namun di balik itu, tidak sedikit traveler pemula yang justru mengalami kendala karena kurangnya persiapan. Mulai dari kehabisan budget, salah memilih destinasi, hingga perjalanan yang terasa melelahkan.

Agar liburan pertama kamu berjalan lancar dan meninggalkan kesan yang menyenangkan, berikut beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan saat liburan pertama kali, lengkap dengan cara menghindarinya.
1. Tidak Melakukan Riset Destinasi Terlebih Dahulu
Kesalahan paling umum yang sering dilakukan saat liburan pertama kali adalah berangkat tanpa melakukan riset destinasi secara menyeluruh. Banyak orang hanya melihat foto indah di media sosial lalu langsung tertarik berkunjung, tanpa mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Padahal, setiap tempat wisata memiliki karakter, aturan, dan tantangan yang berbeda.
Tanpa riset yang cukup, traveler bisa mengalami berbagai masalah. Misalnya, datang saat tempat wisata sedang tutup, berkunjung di musim hujan sehingga aktivitas terbatas, atau tidak tahu bahwa lokasi tertentu membutuhkan reservasi terlebih dahulu. Akibatnya, waktu dan biaya yang sudah dikeluarkan menjadi kurang maksimal.
Riset destinasi sebaiknya mencakup beberapa hal penting. Pertama, informasi umum tempat wisata, seperti jam operasional, harga tiket masuk, dan hari terbaik untuk berkunjung. Kedua, kondisi cuaca dan musim, karena cuaca sangat memengaruhi kenyamanan dan keamanan selama liburan. Ketiga, akses dan transportasi, termasuk jarak dari penginapan, pilihan transportasi lokal, dan estimasi waktu tempuh.
Selain itu, traveler juga perlu mengetahui aturan dan kebiasaan setempat. Beberapa destinasi memiliki larangan tertentu, seperti aturan berpakaian, batasan pengambilan foto, atau area yang tidak boleh dimasuki. Mengabaikan hal ini bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga bisa menimbulkan konflik dengan warga lokal atau pengelola wisata.
Riset juga membantu dalam menentukan ekspektasi yang realistis. Dengan informasi yang tepat, traveler tidak akan mudah kecewa karena sudah memahami kondisi sebenarnya, termasuk keramaian, fasilitas yang tersedia, dan tingkat kenyamanan lokasi.
Agar riset lebih efektif, manfaatkan berbagai sumber seperti website resmi pariwisata, ulasan pengunjung, blog perjalanan, dan peta digital. Catat informasi penting dan sesuaikan dengan gaya liburan yang diinginkan. Dengan melakukan riset destinasi terlebih dahulu, liburan pertama akan terasa lebih terencana, nyaman, dan minim kendala.
2. Membuat Jadwal Terlalu Padat
Kesalahan yang sering dilakukan saat liburan pertama kali adalah menyusun itinerary yang terlalu padat. Banyak traveler pemula ingin memanfaatkan waktu seefisien mungkin dengan mengunjungi sebanyak mungkin tempat wisata dalam satu hari. Akibatnya, jadwal menjadi penuh tanpa mempertimbangkan jarak antar lokasi, kondisi jalan, antrean, dan waktu istirahat.
Jadwal yang terlalu padat membuat perjalanan terasa melelahkan, terburu-buru, dan minim dinikmati. Alih-alih menikmati suasana dan pengalaman di setiap tempat, waktu justru habis untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Bahkan, jika satu tempat mengalami keterlambatan, seluruh rencana bisa berantakan.
Selain itu, terlalu banyak destinasi dalam satu hari meningkatkan risiko stres dan kelelahan fisik. Tubuh dipaksa terus bergerak tanpa jeda yang cukup, sehingga energi cepat habis dan mood liburan menurun. Tidak sedikit traveler yang akhirnya jatuh sakit atau kehilangan semangat di hari-hari berikutnya.
Cara terbaik untuk menghindari kesalahan ini adalah dengan menyusun itinerary yang realistis dan fleksibel. Pilih 2–3 destinasi utama per hari, sesuaikan dengan jarak dan waktu tempuhnya. Sisakan waktu luang untuk istirahat, makan dengan santai, atau sekadar menikmati suasana sekitar.
Ingat, tujuan liburan bukanlah menaklukkan semua tempat wisata, melainkan menikmati perjalanan dan pengalaman yang berkesan. Jadwal yang tidak terlalu padat justru membuat liburan terasa lebih santai, nyaman, dan benar-benar menyenangkan.
3. Tidak Mengatur Budget dengan Baik
Kesalahan umum yang sering dialami traveler pemula adalah berangkat liburan tanpa perencanaan keuangan yang jelas. Banyak orang hanya memperkirakan biaya besar seperti transportasi dan penginapan, tetapi lupa menghitung pengeluaran kecil yang justru jumlahnya bisa cukup besar jika dikumpulkan.
Tanpa budget yang terencana, pengeluaran menjadi sulit dikontrol. Di tengah perjalanan, uang bisa habis lebih cepat dari perkiraan karena biaya makan, tiket masuk wisata, transport lokal, parkir, oleh-oleh, hingga jajan spontan. Kondisi ini tentu membuat liburan tidak nyaman dan menimbulkan stres.
Selain itu, tidak menyiapkan dana cadangan juga menjadi kesalahan serius. Situasi tak terduga seperti perubahan transportasi, harga tiket yang naik, atau kebutuhan mendesak bisa terjadi kapan saja. Tanpa dana darurat, traveler terpaksa mengurangi rencana wisata atau bahkan berutang.
Cara menghindari kesalahan ini adalah dengan menyusun budget liburan secara detail sebelum berangkat. Catat semua kemungkinan pengeluaran, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, tiket wisata, hingga dana darurat. Pisahkan uang sesuai pos pengeluaran agar lebih mudah dikontrol.
Mengatur budget bukan berarti membatasi kesenangan, tetapi membantu perjalanan tetap aman dan nyaman. Dengan perencanaan keuangan yang baik, kamu bisa menikmati liburan tanpa rasa khawatir kehabisan uang di tengah perjalanan.
Silakan baca lebih lengkap tentang cara menyusun budget liburan ke wisata.
4. Membawa Barang Terlalu Banyak atau Terlalu Sedikit
Kesalahan lain yang sering terjadi saat liburan pertama kali adalah tidak tepat dalam menyiapkan barang bawaan. Banyak traveler pemula cenderung membawa terlalu banyak barang karena takut ada yang tertinggal, sementara sebagian lainnya justru membawa terlalu sedikit karena ingin praktis. Keduanya sama-sama bisa membuat perjalanan menjadi tidak nyaman.
Membawa terlalu banyak barang akan membuat tas atau koper menjadi berat dan merepotkan, terutama saat harus berpindah tempat, naik turun transportasi umum, atau berjalan kaki cukup jauh. Selain itu, barang yang berlebihan sering kali tidak terpakai dan justru menghabiskan ruang serta tenaga.
Sebaliknya, membawa barang terlalu sedikit juga berisiko. Ketika barang penting seperti pakaian cadangan, alat mandi, charger, atau obat pribadi tidak dibawa, traveler harus membeli di tempat tujuan dengan harga yang bisa lebih mahal atau sulit ditemukan. Hal ini tentu mengganggu kenyamanan liburan.
Cara menghindari kesalahan ini adalah dengan membuat checklist barang bawaan sebelum berangkat. Kelompokkan barang berdasarkan kebutuhan, seperti pakaian, perlengkapan pribadi, dokumen, dan gadget. Sesuaikan jumlah pakaian dengan lama perjalanan dan kondisi cuaca di destinasi tujuan.
Fokuslah pada barang-barang esensial dan multifungsi. Dengan persiapan yang tepat, barang bawaan akan terasa lebih ringan, rapi, dan perjalanan pun menjadi lebih nyaman tanpa rasa khawatir.
5. Mengabaikan Kesehatan dan Kondisi Tubuh
Salah satu kesalahan yang sering dianggap sepele saat liburan pertama kali adalah mengabaikan kesehatan dan kondisi tubuh. Banyak traveler terlalu bersemangat ingin mengejar itinerary, sehingga memaksakan diri tetap berjalan meski tubuh sudah lelah, kurang tidur, atau tidak enak badan. Padahal, kondisi fisik yang tidak prima bisa sangat memengaruhi kualitas liburan.
Perjalanan wisata biasanya melibatkan aktivitas fisik yang cukup intens, seperti berjalan jauh, naik turun tangga, terpapar cuaca panas atau hujan, serta perubahan pola makan. Jika tubuh tidak dijaga, kelelahan dapat menumpuk dan berujung pada sakit, seperti masuk angin, dehidrasi, atau gangguan pencernaan.
Selain itu, perubahan lingkungan dan cuaca juga bisa menurunkan daya tahan tubuh, terutama bagi traveler pemula yang belum terbiasa. Mengabaikan tanda-tanda tubuh seperti pusing, lemas, atau nyeri sering kali membuat kondisi semakin parah dan akhirnya memaksa liburan terhenti di tengah jalan.
Cara menghindari kesalahan ini adalah dengan menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama selama perjalanan. Pastikan tidur cukup sebelum dan selama liburan, minum air putih secara teratur, serta makan makanan yang bergizi dan bersih. Jangan lupa membawa obat-obatan pribadi, vitamin, dan perlengkapan P3K sederhana.
Jika tubuh terasa lelah, jangan ragu untuk beristirahat atau menyesuaikan jadwal. Lebih baik melewatkan satu tempat wisata daripada memaksakan diri dan kehilangan momen liburan secara keseluruhan. Dengan tubuh yang sehat dan kondisi prima, liburan akan terasa jauh lebih nyaman, aman, dan menyenangkan.
6. Tidak Memesan Akomodasi dan Transportasi Lebih Awal
Kesalahan yang cukup sering dialami traveler pemula adalah menunda pemesanan penginapan dan transportasi. Banyak yang berpikir “nanti saja bisa pesan di tempat” atau berharap menemukan harga murah saat tiba di lokasi. Padahal, perilaku ini bisa berakibat serius, terutama saat musim liburan atau high season.
Beberapa masalah yang sering muncul antara lain:
- Kehabisan penginapan: Hotel, guest house, atau villa favorit bisa cepat penuh, apalagi yang berada dekat destinasi wisata populer. Jika sudah penuh, traveler harus mencari alternatif yang lebih mahal atau lokasinya jauh.
- Harga tiket transportasi lebih mahal: Tiket kereta, pesawat, atau bus cenderung naik harga saat mendekati tanggal keberangkatan. Menunggu sampai menit terakhir bisa membuat budget membengkak.
- Kehilangan waktu: Menghabiskan waktu di lokasi hanya untuk mencari penginapan atau transportasi bisa mengurangi waktu eksplorasi dan pengalaman liburan.
Cara menghindarinya:
- Pesan penginapan dan tiket transportasi utama jauh-jauh hari, minimal beberapa minggu sebelum keberangkatan, terutama jika bepergian saat liburan panjang atau musim liburan.
- Gunakan aplikasi atau situs booking resmi yang menawarkan konfirmasi cepat dan review penginapan sehingga lebih aman.
- Pertimbangkan opsi refund atau fleksibilitas jadwal jika ada perubahan rencana.
Dengan memesan lebih awal, liburan pertama kamu akan lebih tenang, tidak panik, dan bisa fokus menikmati perjalanan tanpa harus khawatir soal akomodasi atau transportasi.
7. Kurang Waspada terhadap Keamanan
Traveler pemula seringkali terlalu fokus menikmati liburan sehingga lengah terhadap keamanan diri dan barang bawaan. Situasi ini bisa membuat pengalaman liburan menjadi kurang menyenangkan, atau bahkan berisiko mengalami kehilangan atau masalah lain.
Beberapa contoh yang sering terjadi antara lain: dompet atau ponsel tercecer, tas terlepas dari pengawasan di tempat ramai, atau tanpa sadar memberikan kesempatan kepada pencopet di area wisata padat pengunjung. Selain itu, kurangnya perhatian terhadap keamanan transportasi, seperti meninggalkan kendaraan atau barang di tempat yang kurang aman, juga bisa menjadi masalah serius.
Cara menghindarinya:
- Simpan barang berharga di tempat aman – Gunakan tas anti-maling atau simpan barang penting seperti paspor, uang tunai, dan kartu kredit di dalam tas yang selalu dekat dengan tubuh.
- Bawa uang tunai secukupnya – Hindari membawa terlalu banyak uang di satu tempat, agar jika hilang tidak terlalu merugikan.
- Perhatikan lingkungan sekitar – Saat berada di tempat ramai, selalu periksa tas dan barang bawaan. Hindari tempat yang terlihat sepi atau rawan.
- Gunakan pengamanan tambahan – Seperti gembok pada koper atau tas, serta aplikasi pelacak gadget jika memungkinkan.
Dengan tetap waspada dan memperhatikan keamanan, kamu bisa menikmati liburan dengan lebih tenang, tanpa khawatir kehilangan barang atau mengalami hal-hal yang merugikan. Keamanan yang terjaga juga membuat liburan lebih nyaman dan berkesan.
Cukup sekian dan terimakasih.






