Saat liburan mengunjungi tempat wisata, satu hal yang hampir semua orang ingin lakukan adalah mengabadikan momen. Tidak peduli apakah kita sedang berada di pantai yang tenang, pegunungan yang sejuk, atau tempat wisata kota yang penuh warna—foto adalah cara terbaik untuk menyimpan kenangan.
Namun, tidak semua orang membawa kamera profesional saat bepergian. Banyak traveler hanya mengandalkan HP biasa, dan itu bukan masalah. Kabar baiknya, foto aesthetic tetap bisa didapatkan tanpa harus punya kamera mahal.

Artikel ini akan membahas cara mengambil foto liburan yang keren dan aesthetic hanya dengan HP biasa, lengkap dengan tips, trik, angle, dan teknik sederhana yang hasilnya bisa jauh lebih bagus dari yang kamu kira.
1. Kenali Kapasitas Kamera HP Kamu
Sebelum belajar teknik memotret, kamu perlu tahu dulu kualitas dan batasan kamera HP yang kamu pakai. Setiap HP punya karakteristik yang berbeda, terutama dalam hal:
- Resolusi kamera
- Aperture (misal f/1.8, f/2.4)
- Kemampuan low light
- Stabilisasi (OIS atau EIS)
- Mode kamera bawaan (portrait, night mode, wide-angle)
Mengerti kemampuan HP akan membantumu menentukan kapan harus memotret, angle seperti apa yang cocok, dan fitur mana yang harus dimaksimalkan. Misalnya, kalau kamera HP kamu bagus untuk kondisi terang, maka foto outdoor di pagi atau sore hari bisa lebih optimal.
2. Cahaya Adalah Segalanya
Dalam fotografi, lighting adalah raja. Bahkan kamera biasa bisa menghasilkan foto yang sangat bagus jika mendapat cahaya yang benar.
Golden Hour adalah Waktu Terbaik
Golden hour terjadi dua kali setiap hari:
- Sekitar 30 menit setelah matahari terbit
- Sekitar 30 menit sebelum matahari terbenam
Sinar matahari pada waktu ini lembut, hangat, dan membuat warna lebih hidup. Hasil foto menjadi lebih aesthetic tanpa harus diedit berlebihan.
Hindari Siang Hari Jika Tidak Perlu
Saat matahari berada tepat di atas kepala:
- Bayangan terlalu keras
- Warna tampak lebih pucat
- Wajah jadi terlihat lebih kusam
Jika harus foto di siang hari, carilah bayangan pohon, tembok, atau gunakan objek lain untuk meredam cahaya.
Manfaatkan Cahaya Alami dari Jendela
Jika kamu di dalam ruangan:
- Berdirilah dengan cahaya jendela di depanmu
- Pastikan wajah terkena cahaya merata
- Jangan memotret membelakangi cahaya kecuali ingin membuat silhouette shot
3. Gunakan Grid untuk Keseimbangan Foto
Fitur grid biasanya bisa diaktifkan dari pengaturan kamera HP. Fungsinya adalah menampilkan garis-garis yang membagi layar menjadi 9 bagian.
Ini membantu untuk:
- Membuat foto lebih rapi
- Menjaga horizon tetap lurus
- Menempatkan objek sesuai rule of thirds
Contoh:
Jika kamu memotret pantai, letakkan garis horizon di sepertiga atas atau sepertiga bawah, jangan tepat di tengah.
4. Gunakan Angle yang Tidak Biasa
Foto liburan sering gagal terlihat aesthetic karena diambil dari angle yang itu-itu saja. Coba variasi berikut:
Low Angle
Turunkan posisi HP mendekati tanah atau objek.
Hasilnya:
- Objek terlihat lebih dramatis
- Bangunan terlihat lebih tinggi
- Cocok untuk foto kaki, bunga, atau latar depan
High Angle
Ambil foto dari atas untuk hasil yang lebih artsy.
Cocok untuk:
- Makanan
- Flatlay barang-barang liburan
- Foto pasangan atau grup dari tangga atau balkon
Side Angle
Jangan selalu memotret dari depan.
Ambillah dari samping untuk efek candid dan natural.
5. Tambahkan Foreground agar Foto Lebih Hidup
Foreground adalah objek yang berada di bagian depan foto.
Misalnya:
- Ranting pohon
- Tangan yang memegang minuman
- Bunga
- Pagar
- Kain, topi, atau rambut
Foreground memberi kedalaman dan membuat foto terlihat lebih profesional.
Contoh:
Foto pantai sambil menaruh daun atau bunga sedikit di bagian bawah frame. Hasilnya jauh lebih aesthetic daripada foto polos.
6. Gunakan Mode Portrait untuk Subjek Manusia
Mode portrait pada HP modern sudah cukup cerdas menghasilkan efek bokeh (latar kabur). Walaupun tidak sehalus kamera profesional, fitur ini sangat berguna untuk:
- Foto orang
- Foto makanan
- Foto objek kecil
Tips agar hasil portrait lebih bagus:
- Pastikan jarak subjek 1–2 meter dari kamera
- Background sebaiknya punya detail (bukan tembok polos)
- Pastikan wajah atau objek berada di area cahaya yang bagus
7. Ambil Banyak Foto, Pilih yang Terbaik
Jangan hanya memotret 1–2 kali.
Fotografer profesional bisa mengambil 50–100 foto hanya untuk memilih satu yang terbaik.
Ambil dari berbagai angle:
- Kiri
- Kanan
- Turun sedikit
- Naik sedikit
- Coba tersenyum, coba gaya natural, coba candid
Dengan begitu kamu punya banyak pilihan saat ingin memposting di media sosial atau memasukkan ke galeri liburan.
8. Bersihkan Lensa HP
Ini terlihat sepele, tapi sangat berpengaruh.
Lensa HP sering terkena:
- Sidik jari
- Minyak wajah
- Debu
- Kotoran
- Percikan air
Cukup bersihkan dengan kain lembut atau tisu kering.
Hasil foto langsung jauh lebih tajam.
9. Stabilkan HP Ketika Memotret
Tidak ada yang lebih merusak foto selain gambar yang blur karena tangan goyang.
Gunakan cara-cara ini:
- Pegang HP dengan dua tangan
- Tempelkan siku ke tubuh
- Taruh HP di permukaan datar
- Gunakan mode timer (2–3 detik) agar tidak goyang waktu menekan tombol
- Jika memungkinkan gunakan tripod kecil portable
Bahkan tripod kecil harga murah pun sudah cukup membantu mengambil foto malam atau long exposure.
10. Edit Foto dengan Komposisi dan Tone yang Tepat
Editing tidak harus rumit.
HP biasa + edit ringan = foto aesthetic maksimal.
Gunakan aplikasi seperti:
- Lightroom Mobile
- Snapseed
- VSCO
- Google Photos (fitur auto enhance-nya bagus)
Fokus edit yang penting:
- Brightness (sesuaikan cahaya)
- Contrast (sedikit saja agar warna hidup)
- Highlight dan shadow
- Vibrance, bukan saturation
- Sharpen secukupnya
- Cropping dengan komposisi yang rapi
Hindari filter berlebihan, kecuali memang gaya kamu suka yang dramatis.
Kunci editing: buat foto terlihat natural tapi lebih hidup daripada aslinya.
11. Foto Candid Lebih Disukai daripada Foto Kaku
Sekarang banyak orang menyukai foto yang terlihat natural.
Candid memberi kesan:
- Tidak dibuat-buat
- Emosinya nyata
- Pemandangan terlihat lebih hidup
Tips candid:
- Arahkan subjek untuk berjalan
- Suruh melihat ke samping
- Biarkan rambut atau pakaian tertiup angin
- Ambil foto saat subjek tertawa atau berbicara
Foto seperti ini sering kali lebih aesthetic dan menarik daripada pose formal.
12. Manfaatkan Refleksi
Pantulan cahaya bisa membuat foto lebih artistic.
Gunakan:
- Cermin
- Genangan air
- Kacamata
- Jendela mobil
- Air kolam renang
Teknik ini cocok untuk foto landscape, bangunan, atau manusia.
Ambil foto sedikit mendekat ke permukaan agar refleksi terlihat lebih kuat.
13. Gunakan Warna-Warna Kontras
Aesthetic tidak hanya soal teknik, tapi juga pemilihan warna.
Contoh warna yang kuat:
- Biru langit dengan baju putih
- Warna kuning melawan warna biru laut
- Pakaian gelap di bangunan terang
- Warna merah di objek alam hijau
Kontras warna membuat foto langsung “pop”.
Jika latarnya ramai, gunakan pakaian polos.
Jika latarnya polos, gunakan warna cerah.
14. Latih Komposisi Minimalis
Foto minimalis lebih lega, tenang, dan aesthetic.
Caranya:
- Jangan isi frame terlalu penuh
- Sisakan ruang kosong (negative space)
- Fokus pada satu objek utama saja
Foto minimalis cocok untuk tempat-tempat seperti:
- Pantai
- Padang rumput
- Bangunan modern
- Gurun
- Bukit
15. Ceritakan Momen dalam Foto
Foto yang bagus adalah foto yang punya cerita.
Coba abadikan:
- Proses perjalanan (di kereta, pesawat, motor)
- Detail kecil (gelas kopi, pasir di tangan, jejak kaki)
- Aktivitas nyata (membaca buku, makan, melihat peta)
Kenangan kecil ini membuat foto liburan terasa jauh lebih personal dan hangat.
Penutup
Mengambil foto liburan yang aesthetic tidak harus pakai kamera mahal. Dengan HP biasa pun kamu bisa menghasilkan gambar yang cantik, tajam, dan layak masuk feed Instagram atau blog perjalananmu.
Ingat 5 prinsip utamanya:
- Cahaya bagus
- Komposisi tepat
- Angle kreatif
- Stabil saat memotret
- Edit secukupnya
Dengan latihan dan sedikit kreativitas, foto-foto liburanmu akan terlihat profesional dan penuh cerita—tanpa perlu upgrade perangkat.
Silahkan baca juga tentang membuat anggaran atau budget untuk liburan wisata.






