Siapa bilang liburan harus mahal? Banyak orang menunda traveling karena menganggap semua hal terkait tempat wisata pasti menguras dompet: tiket mahal, hotel mahal, makan mahal, hingga biaya transportasi yang bikin kepala pening. Padahal, jika direncanakan dengan benar, liburan bisa tetap seru, nyaman, dan berkualitas tanpa harus menghabiskan banyak uang. Kunci utamanya adalah strategi, riset, dan sedikit kreativitas.
Di artikel panjang ini, Anda akan menemukan panduan lengkap bagaimana cara liburan hemat mulai dari perencanaan, pemilihan destinasi, transportasi, akomodasi, makanan, hingga tips kecil yang bisa menghemat ratusan ribu rupiah. Sangat cocok untuk backpacker, keluarga, atau siapa pun yang ingin bepergian tanpa boros.

1. Mulai dari Perencanaan: Fondasi Utama Liburan Hemat
Sebagian besar biaya liburan membengkak bukan karena tempatnya mahal, tetapi karena tidak direncanakan. Ada dua prinsip emas untuk memulai:
a. Tentukan Budget Maksimum
Sebagian besar traveler melewati kesalahan ini. Mereka memilih tempat dulu, baru memikirkan budget. Padahal, sebaiknya tentukan dulu batas maksimal anggaran (misalnya Rp 1,5 juta – Rp 3 juta), baru menentukan destinasi dan aktivitas yang sesuai.
Dengan cara ini, Anda tidak terbawa arus untuk memilih hotel atau aktivitas yang sebenarnya di luar kemampuan.
b. Buat Itinerary Fleksibel
Tidak harus detail per jam, cukup rangkaian kegiatan utama:
- hari pertama: perjalanan + kuliner
- hari kedua: tempat wisata A & B
- hari ketiga: belanja atau eksplor bebas
Itinerary fleksibel membantu Anda menghindari pengeluaran impulsif yang sering muncul ketika bingung harus kemana.
2. Pilih Destinasi yang Sesuai Budget
Wisata hemat bukan berarti wisata murahan, tetapi memilih destinasi yang memberi value terbaik. Ada tiga jenis destinasi yang cenderung lebih murah:
a. Kota Wisata dengan Banyak Tempat Gratis
Beberapa kota punya banyak ruang publik atau spot gratis tapi instagramable, misalnya:
- Bandung (Teras Cihampelas, Alun-Alun Bandung, Forest Walk)
- Yogyakarta (Malioboro, Titik Nol, Taman Sari — murah)
- Surabaya (Taman Bungkul, Jembatan Suramadu)
- Malang (Alun-alun, Taman Wisata Kota)
b. Wisata Alam yang Ramah Budget
Gunung, air terjun, pantai, dan hutan kota biasanya tiketnya tidak mahal (Rp 10.000–Rp 20.000).
c. Destinasi Low Season
Saat low season:
- harga hotel turun
- tiket pesawat turun
- destinasi tidak ramai
- pengalaman lebih nyaman
Low season biasanya di luar musim liburan sekolah dan akhir tahun.
3. Cari Tiket Transportasi yang Murah dengan Strategi yang Tepat
Transportasi sering jadi komponen paling mahal. Berikut beberapa cara menghemat besar:
a. Pesan Tiket Jauh Hari
Untuk kereta dan pesawat, harga akan terus naik mendekati tanggal keberangkatan.
Waktu ideal beli tiket:
- pesawat: 2–3 bulan sebelum berangkat
- kereta: 1–2 bulan sebelumnya
b. Pilih Jadwal yang Tidak Populer
Harga biasanya lebih murah untuk:
- keberangkatan dini hari
- hari Selasa–Kamis
- jam malam
c. Manfaatkan Promo
Gunakan aplikasi atau marketplace tiket. Banyak sekali:
• potongan untuk pengguna baru
• cashback
• diskon bank tertentu
• bundle tiket + hotel
d. Gunakan Transportasi Alternatif
Kadang pesawat hanya lebih cepat, bukan lebih hemat. Untuk beberapa rute, kereta kini jauh lebih nyaman dan murah. Selain itu, bus antarkota kini banyak yang memakai seat nyaman dengan harga ekonomis.
4. Akomodasi Hemat: Murah Bukan Berarti Buruk
Akomodasi adalah pengeluaran besar kedua setelah transportasi. Namun ada banyak cara menekan biaya:
a. Gunakan Filter Harga dan Review
Sebelum memesan hotel, fokus pada:
✔ rating minimal 4.0
✔ foto kamar asli
✔ lokasi dekat tempat wisata
✔ ulasan tentang kebersihan
Harga murah bukan berarti kualitas buruk jika Anda jeli memilih.
b. Pilih Penginapan Tipe Guest House atau Homestay
Lebih murah daripada hotel, tapi fasilitas hampir sama.
c. Manfaatkan Promo Aplikasi Hotel
Setiap bulan ada diskon besar. Bahkan di low season, kamar hotel bintang 3 bisa didapat dengan harga kurang dari Rp 200 ribu.
d. Pertimbangkan Hostel (Jika Solo Traveling)
Hostel kini makin rapi, modern, dan nyaman. Cocok untuk traveler hemat.
5. Hemat Makan Saat Liburan Tanpa Mengurangi Kenikmatan Kuliner
Kuliner sering jadi godaan terbesar. Namun hemat bukan berarti menahan diri makan enak.
a. Cari Makanan Lokal
Biasanya jauh lebih murah dan otentik.
Sebagai contoh:
• Nasi goreng, mie ayam, sate, bakso, nasi campur — harga masih Rp 10–20 ribu.
• Warung lokal lebih ramah dompet daripada restoran hits.
b. Hindari Tempat Wisata yang Terlalu Komersial
Di area wisata utama, harga makanan bisa 2–3 kali lipat. Cobalah berjalan 400–700 meter dari spot utama.
c. Gunakan Google Reviews atau TikTok
Cari rekomendasi warung murah & enak. Banyak konten “kuliner murah” yang bisa jadi panduan.
d. Belanja Minuman di Minimarket
Daripada beli minuman di tempat wisata yang mahal, beli dulu di minimarket sebelum berangkat.
6. Transportasi Lokal: Pilih yang Paling Efisien
Setibanya di kota tujuan, banyak pengeluaran muncul dari transportasi lokal.
a. Sewa Motor
Sangat hemat, terutama di Bandung, Bali, Jogja, dan Malang. Harga sewa harian mulai Rp 70–100 ribu.
b. Gunakan Transportasi Publik
Jika ada bus kota, BRT, MRT, atau LRT, biaya perjalanan bisa jadi sangat murah.
c. Sharing Cost
Jika bepergian ramai-ramai, biaya taksi atau mobil online bisa lebih murah ketika dibagi.
7. Pilih Tempat Wisata yang Ramah Budget
Ada banyak tempat wisata murah yang tetap menarik.
a. Wisata Alam
Contoh: air terjun, pantai, hutan kota, bukit, taman nasional. Tiketnya biasanya murah meriah.
b. Museum
Museum di Indonesia umumnya tiket hanya Rp 5.000–20.000.
c. Event atau Festival Gratis
Beberapa kota sering mengadakan event budaya atau festival yang dapat dinikmati tanpa biaya tinggi.
8. Tips Menghemat Uang dengan Cara yang Jarang Diketahui
Bagian ini sering dilupakan tetapi efeknya besar.
a. Bawa Botol Minum
Daripada terus beli minuman, cukup isi ulang. Menghemat sampai Rp 30–50 ribu per hari.
b. Hindari Biaya Bagasi
Pilih ransel 7–10 kg, supaya tidak bayar bagasi pesawat.
c. Cari Paket Wisata yang Tidak Terlalu Komersial
Terkadang paket private itu mahal, tetapi paket gabungan (open trip) lebih hemat.
d. Gunakan Diskon Kartu Kredit atau E-wallet
Tanpa disadari, diskon kecil bisa menghemat banyak jika dijumlahkan.
e. Hindari Belanja Souvenir Berlebihan
Belilah barang yang benar-benar bermanfaat seperti:
• baju lokal
• makanan khas
• kerajinan asli
Dan lebih baik belanja di pasar dibanding pusat oleh-oleh besar.
9. Liburan Hemat untuk Keluarga: Tantangan dan Solusinya
Untuk keluarga, pengeluaran lebih besar, tetapi masih bisa hemat.
a. Pilih Akhir Pekan Panjang daripada Musim Liburan
Harga hotel tetap stabil, tidak semahal liburan sekolah.
b. Bawa Bekal Ringan
Roti, snack, atau buah bisa menghemat pengeluaran anak-anak.
c. Pilih Destinasi Ramah Anak
Biasanya tiket masuk lebih murah atau gratis.
d. Sewa Mobil untuk Keluarga
Jika berempat atau berlima, sewa mobil lebih hemat dibandingkan transportasi aplikasi.
10. Jadilah Traveler yang Cerdas: Bandingkan Harga Sebelum Membeli
Ini adalah prinsip paling penting dalam wisata hemat. Jangan langsung membeli atau memesan sebelum membandingkan harga di beberapa platform. Perbedaan sedikit-sedikit lama-lama menjadi besar.
Bandingkan:
• harga hotel (antara 3 aplikasi)
• harga tiket pesawat
• harga transportasi lokal
• harga makanan
• harga paket wisata
Dengan perbandingan, Anda bisa menghemat ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Kesimpulan: Liburan Hemat Itu Sepenuhnya Mungkin
Liburan hemat bukan berarti mengurangi kesenangan atau kualitas perjalanan. Justru, dengan perencanaan matang dan strategi cerdas, Anda bisa menikmati pengalaman yang sama — bahkan lebih baik — dengan biaya yang jauh lebih murah. Mulai dari pemilihan destinasi, transportasi, akomodasi, kuliner, hingga aktivitas, semuanya bisa disesuaikan agar tetap ramah dompet.
Ingat, esensi liburan bukan pada seberapa banyak uang yang dikeluarkan, tetapi pada pengalaman, kebersamaan, dan kenangan yang tercipta. Dengan panduan ini, Anda kini bisa merencanakan perjalanan menyenangkan tanpa takut membengkakkan anggaran.






